» Detail News

Jumat, 07 Oktober 2016 - 09:57:32 WIB

Posting by : Maruli Manik
Category    : Economic News - Reads : 984



OJK: 95% Dana Repatriasi Mengendap di Perbankan


Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, dana repatrisasi program tax amnesty sebagian besar masih mengendap di perbankan. Padahal instrumen investasi untuk menampung dana repatriasi yang disiapkan, sebetulnya bukan hanya itu.

Anggota Dewan Komisioner OJK Nurhaida mengungkapkan 95% dana repatriasi yang masuk saat ini masih berada di perbankan. Sementara jumlah dana repatriasi di periode pertama yang berakhir September lalu mencapai Rp 321 triliun.

Adapun sisanya, sekitar Rp 100 miliar berada di instrumen investasi Reksadana Penyertaan Terbatas (RDPT). "Namun, perbankan menjadi tempat parkir dana repatriasi sementara saja," ujar Nurhaida, Kamis (6/10) di Jakarta.

Nurhaida yakin dalam satu hingga dua bulan kedepan, konstelasi dana repatriasi akan berbeda. Sebab, dana-dana tersbeut akan mengalir mencari instrumen lain yang lebih menguntungkan.

Saat ini pemilik dana, pasti sedang menghitung plus minus setiap instrumen investasi yang disediakan. Selain perbankan, surat berharga seperti obligasi, instrumen investasi di pasar modal juga menjadi pilihan.

Termasuk, tawaran investasi di sektor riil baik proyek pemerintah maupun proyek swasta di dalam negeri.

Sementara itu, ekonom Bank Permatan Josua Pardede menilai, masih banyak pengusaha yang enggan melakukan repatriasi karena banyak hal. Antara lain, ada yang karena sengaja karena menghindari terbatasnya ruang gerak harta mereka jika direpatriasi.

Sebab, ada aturan yang menyebutkan dana repatriasi harus berada id dalam negeri selama tiga tahun. Atau, ada juga pengusaha yang sudah terlanjur memiliki harta di luar negeri dalam bentik aset tetap seperti apartemen. Harta jenis ini sangat tidak likuid, jadi sulit untuk dipindahkan dalam waktu singkat.

Namun, ada juga pengusaha yang memilih tetap menyimpan hartanya di luar negeri dengan alasan, sudah terlanjur diputarkan dalam investasi yang lebih menguntungkan. Nah, menurut Josua pemerintah harus sesegera mungkin menentukan satrategi komunikasi yang lebih efektif kepada mereka.


Sumber : www.kontan.co.id

  Tag :

ojk




    Berita Terkait :

  • OJK Merelaksasi Beleid Tender Offer
  • OJK Wacanakan DP Kredit Kendaraan 0%
  • Empat Alasan OJK Mencabut Relaksasi MMBR
  • OJK dan BEI Siap Tampung Dana Tax Amnesty
  • Otoritas Pasar Modal Siapkan Pembinaan IPO UMKM